News

Menghadiri Supply Chain Connex 2026: Strategi Membangun Resiliensi Rantai Pasok di Masa Depan

BANDUNG, nlc.or.id – Perwakilan National Logistics Community (NLC), Rizki Eri Utomo, menghadiri Networking Talk Show bergengsi “Supply Chain Connex – Ramadhan Edition” yang diselenggarakan oleh ISCEA Indonesia di Aroem Bandung Resto & Cafe pada Jumat, 6 Maret 2026. Acara ini mengusung tema strategis “Building Resilient Supply Chains: Strategic Planning Beyond Cost Efficiency”.

Transformasi Menuju Rantai Pasok yang Resilien

Dalam sesi ini, para pakar menekankan bahwa era “Cheap & Lean” telah berakhir, dan perusahaan harus beralih dari sekadar optimasi biaya menuju manajemen risiko yang proaktif. Berikut adalah intisari dari para narasumber:

0-0x0-0-0#

Penyederhanaan Konsep Strategis: Prof. I Nyoman Pujawan (Rektor ULBI & Presiden ISCEA Indonesia) memberikan ringkasan yang memudahkan audiens memahami kompleksitas tantangan industri dari pemaparan para narasumber.

AI dan Ketahanan Strategis: Pak Santony dari Sinar Mas Mining menjelaskan pentingnya mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam perencanaan ketahanan. Implementasi fitur seperti real-time visibility dan AI-driven analytics terbukti dapat meningkatkan pengiriman tepat waktu hingga 30% dan mengurangi downtime akibat gangguan sebesar 25%.

Fleksibilitas Jaringan Fulfillment: Ibu Stefani Adi K. M. dari SwipeRX memaparkan strategi desain jaringan yang resilien melalui diversifikasi vendor logistik (3PL) dan fleksibilitas operasional antara mid-mile dan last-mile. Beliau menekankan pentingnya memiliki opsi cadangan untuk memastikan kelangsungan layanan.

0-0x0-0-0#

Stress Test Manajemen Inventori: Pak Ryan Ching dari Slimstock Indonesia menyoroti bahwa resiliensi sejati terjadi ketika departemen penjualan, pengadaan, operasi, dan keuangan merencanakan strategi bersama dengan data yang sama. Beliau menyarankan pemimpin untuk melakukan stress test pada rantai pasok dan menghitung ulang biaya nyata dari kehabisan stok (stock outs).

0-0x0-0-0#

Sinergi Praktisi dan Akademisi

Selain sesi pemaparan teknis, acara ini menjadi wadah kolaborasi penting antara teori dan praktik. Diskusi hangat berlangsung bersama tokoh-tokoh industri dan akademisi, di antaranya:

  • Dr. Ahmad Syamil, tokoh senior dunia logistik dan supply chain.
  • Ibu Sherlywati Limijaya, Ph.D. (Universitas Maranatha), membahas implementasi teori dalam praktik industri.
  • Pak Tulus (Universitas Widyatama), menyumbangkan pemikiran revolusioner bagi pengembangan logistik nasional.

Pertemuan ini juga memperluas jaringan NLC dengan hadirnya koneksi baru, seperti Pak Fajar Ardhy Tri Susilo ( Wings Group ) dan Pak Wahyu Prasetiyo ( Krakatau Posco ), yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem kolaborasi komunitas ke depannya.

Ikuti perkembangan terbaru dan kolaborasi NLC melalui kanal resmi kami:

#SupplyChain #Resilience #SupplyChainConnex #ISCEAIndonesia #NationalLogisticsCommunity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait